BAB : a. Kesulitan dalam memahami dan menghafal konsep

BAB
I

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.1  Latar Belakang Masalah

Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) adalah lanjutan dari sekolah menengah pertama yang
bertujuan untuk langsung terjun ke dunia kerja. Maka dari itu, salah satu upaya
untuk menyiapkan siswa SMK untuk langsung terjun ke dunia kerja adalah dengan
meningkatkan kualitas pendidikan yang diselenggarakan di SMK (Wulandari, 2013)

Menurut hasil
wawancara terhadap guru SMK Negeri 2 di Palembang ternyata hasil belajar kimia
siswa masih rendah yaitu hanya 60 % dari jumlah keseluruhan siswa yang lulus
KKM , dimana KKM untuk mata pelajaran kimia pada SMA Negeri 2 Palembang adalah
75.

Hasil
belajar pada peserta didik yangmempunyai nilai yang masih berada dibawah KKM
yakni sebanyak 40 %. Berdasarkan Permendikbud No.104 tahun 2014 Pasal 9
mengenai Ketetapan KKM adalah kurang lebih 67.Jadi, sekolah harus menetapkan
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) minimal 67 atau lebih dan tidak boleh kurang
dari 67. SMK Negeri 2 Palembang menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
untuk mata pelajaran Kimia sebesar 75. Hal tersebut disesuaikan dengan
kemampuan peserta didik dan juga mutu dari sekolah. (Sari, 2015)

Banyaknya siswa
yang tidak lulus KKM untuk mata pelajaran kimia, yakni sebanyak 40 % dari
jumlah seluruh siswa disebabkan oleh beberapa faktor yakni :

a.    Kesulitan
dalam memahami dan menghafal konsep kimia yang abstrak

b.    Kesulitan
dalam materi hitungan kimia karena kurang paham

c.    Kesulitan
mengaitkan konsep kimia hitungan dengan masalah yang mereka alami sehari-hari

Uraian diatas mengidentifikasikan adanya masalah
pada proses pembelajaran pada siswa kelas XI SMK Negeri 2 Palembang. Oleh
karena itu peneliti perlu mengadakan usaha perbaikan proses pembelajaran dengan
menerapkan model-model pembelajaran yang efektif dan inovatif. Model
pembelajaran yang dipilih dalam penelitian ini adalah model pembelajaran
berdasarkan masalah atau Problem Based Learning (PBL) pada konsep kesetimbangan
kimia, karena materi ini  merupakan salah
satu materi yang dianggap sulit oleh siswa. Menurut Barrow (Abdurrozak, 2016 : 871)
mendefinisikan Problem Based Learning atau PBL sebagai ” Pembelajaran
yang bertujuan untuk mencari resolusi masalah yang dialami pada kehidupan
sehari-hari.”

 Penelitian
model pembelajaran Problem Based Learning
telah banyak dilakukan, diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Wibawa
(2015) Penerapan Metode Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan
Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Pada Materi Pelajaran Menggambar
Teknik Mesin Di SMK Piri Sleman, menunjukkan kenaikan nilai hasil belajar
kognitif dari 7,2 meningkat menjadi 8,70. Penelitian lain pada model pembelajaran
PB;L dilakukan oleh Susanti (2013) Penerapan Model Pembelajaran Problem Based
Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Materi Sosiologi Kelas XI IPS 1
SMA Batik 1 Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013 menunjukkan kenaikan persentase
hasil belajar kognitif siswa sebesar 11,76 %

Peneliti menggunakan model PBL untuk mengajar materi
kesetimbangan kimia pada kelas XI SMK Negeri 2 Palembang karena, menurut
peneliti model PBL adalah model yang paling baik untuk mengajarkan materi
hitungan khususnya pada materi kesetimbangan kimia

Berdasarkan pernyataan dan uraian diatas peneliti
mengambil judul penelitian “Upaya Meningkatkanan
Hasil Belajar Melalui Model PBL (Problem Based Learning) Pada Materi
Kesetimbangan Kimia Kelas XI SMK Negeri 2 Palembang”

1.2  Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
“Bagaimanakah penerapan model pembelajaran PBL (problem Based Learning) pada
materi kesetimbangan kimia terhadap peningkatan hasil belajar siswa?”

 

1.3  Batasan Masalah

Masalah penelitian dibatasi untuk
hasil belajar kemampuan kognitif siswa yaitu nilai rerata yang dicapai siswa
pada pembelajaran materi kesetimbangan kimia melalui model PBL

 

1.4  Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan dan batasan
masalah di atas, maka tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah :

1.     
Menerapkan pembelajaran model PBL pada
kelas XI SMK Negeri 2

2.     
Untuk mengetahui hasil belajar setelah
pembelajaran model PBL pada kelas XI SMK Negeri 2

3.     
Hasil belajar siswa kelas XI SMK Negeri
2 Palembang dapat meningkat melalui model pembelajaran PBL (Problem Based
Learning)

 

1.5 Manfaat Penelitian

1.     
Bagi peneliti, penelitian ini diharapkan
dapat meningkatkan pemahaman terhadap pembelajaran model PBL

2.     
Bagi sekolah SMK Negeri 2 Palembang,
penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi guru-guru SMK tersebut,
agar proses belajar mengajar menjadi efektif dan mencapai kualitas hasil
belajar yang baik

3.     
Bagi siswa, diharapkan penerapan model
pembelajaran PBL ini dapat meningkatkan hasil belajar khususnya pada materi
kesetimbangan kimia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB
II

TINJAUAN
PUSTAKA

2.1 Pengertian Belajar

Menurut
Gagne (dalam Ratna Wilis, 2011) belajar dapat didefenisiskan sebagai suatu
proses dimana suatu organisasi berubah perilakunya akibat pengalaman.

Menurut
pendapat Gagne, ada lima bentuk belajar yaitu:

·        
Belajar
Responden

·        
Belajar
Kontiguitas

·        
Belajar
Operant

·        
Belajar
Observasional

·        
Belajar
Kognitif

2.1.1 Hasil Belajar

Menurut Sudjana
(dalam Abdurozzak, 2016) menyatakan hasil belajar adalah capaian yang diterima
setelah proses belajar mengajar. Hasil belajar yang dimaksud berupa kognitif
(pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan).

2.2 Model Pembelajaran PBL

2.2.1 Model Problem
Based Learning (PBL)

Pembelajaran
berbasis masalah berasal dari bahasa inggris Problem Based Learning adalah
suatu pendekatan untuk
menyelesaikan masalah
siswa. Menurut Barrows
(1979:39) (Pembelajaran berbasis
masalah didefinisikan sebagai pembelajaran yang terjadi melalui proses mencoba
untuk memecahkan atau
mengelola masalah kehidupan nyata).  

Savery
&Duffy (dalam Huang, 2012) menjelaskan dalam model pembelajaran PBL siswa
tak hanya berperan sebagai penerima yang pasif tetapi berperan sebagai pemecah
masalah sehingga mereka dapat mengembangkan disiplin pengetahuan dan juga
mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.

Guru
sebagai fasilitator dalam model PBL tidak berfokus pada konten isi pembelajaran
melainkan pada proses pembelajaran. Guru sebagai fasilitator harus mampu
membimbing pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) melalui
masalah-masalah yang terbuka dan kompleks. (Simone, 2014)

Tabel 2.2 Sintaks Pengajaran
Berdasarkan masalah (PBL)

Tahap

Tingkah laku guru

Tahap 1
Mengorientaskan
siswa kepada masalah

Guru memberikan masalah sehari-hari
yang berkaitan dengan materi

Tahap 2
Mengorganisasikan
siswa untuk belajar

Guru membagi kelompok untuk membahas masalah yang
telah diberikan

Tahap 3
Membimbing
penyelidikan individual maupun kelompok

Guru
membimbing dan mengarahkan diskusi

Tahap 4
Mengembangkan
dan menyajikan hasil karya

Guru membimbing presentasi hasil diskusi siswa

Tahap 5
Menganalisis
dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Guru membantu siswa membuat kesimpulan

 

(Nur
M, 2008)

2.3
Kesetimbangan Kimia

            Reaksi kesetimbangan atau reaksi
reversible adalah suatu reaksi dimana zat-zat ruas kanan (hasil reaksi) dapat
bereaksi kembali membentuk zat-zat diruas kiri (pereaksi)

Keadaan
setimbang terjadi apabila kecepatan reaksi pereaksi sama dengan kecepatan
reaksi hasil reaksi.

Pada
keadaan setimbang :

1.      Reaksi tetap berlangsung ke dua arah
dengan kecepatan yang sama (kesetimbangan dinamis)

2.      Konsentrasi zat-zat tidak lagi
berubah

 

Kesetimbangan homogen dan heterogen

Ditinjau
dari fasa zat yang terlibat dalam reaksi, dikenal dua jenis reaksi
kesetimbangan yaitu kesetimbangan homogen dan heterogen. Kesetimbangan homogeny
adalah reaksi dengan satu fasa, sedangkan heterogen reaksi dengan lebih dari
satu fasa

 

Tetapan Kesetimbangan, Kc

Tetapan
kesetimbangan menunjukkan perbandingan komposisi hasil reaksi pada keadaan
setimbang pada suhu tertentu

Harga
tetapan kesetimbangannya adalah

 

Tetapan Kesetimbangan Tekanan, Kp

Kesetimbangan
tekanan merupakan tetapan kesetimbangan dengan menggunakan data tekanan parsial
dari zat yang terlibat reaksi

Harga
tetapan kesetimbangannya adalah

Dengan
catatan :

1.      Hanya pada fase gas dan fase larutan
yang diperhitungkan dalam Kc

2.      Hanya pada fase gas yang
diperhitungkan dalam Kp

 

 

Pergeseran Kesetimbangan

Berdasarkan
azas Le Chatelier, jika terhadap suatu kesetimbangan dikenai suatu aksi maka
reaksi kesetimbangan akan bergeser untuk menghilangkan pengaruh aksi tersebut

1.     
Perubahan konsentrasi

·        
Konsentrasi
salah satu zat ditambah, maka reaksi bergeser dari arah zat tersebut

·        
Konsentrasi
salah satu zat dikurangi, maka reaksi bergeser ke arah zat tersebut

2.     
Perubahan Temperatur

Jika
temperature dinaikkan maka reakse bergeser kea rah endoterm, jika diturunkan
bergeser kea rah eksoterm

3.     
Perubahan tekanan/volume

·        
Tekanan
diperbesar, reaksi bergeser ke mol gas yang kecil

·        
Tekanan
di perkecil, reaksi bergeser ke mol gas yang besar

 

2.4
Kerangka Berpikir

            Kondisi awal
hasil belajar siswa kelas XI SMK Negeri 2 belum mencapai kriteria ketuntasan
yang maksimal, yakni masih sekitar 40 % siswa belum memenuhi nilai KKM
khususnya pada materi kesetimbangan kimia. Cara belajar siswa yang masih menggunakan
metode konvensional yang kurang efektif dan inovatif menyebabkan siswa
cenderung tidak tertarik dengan materi kimia khususnya materi kimia hitungan
seperti yang terdapat pada kesetimbangan kimia.

            Penerapan
model pembelajaran PBL pada setiap pertemuan meliputi tahap-tahap perencanaan,
tindakan, observasi, dan refleksi diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar
kognitif siswa SMK Negeri 2 Palembang

 

2.6 Hipotesis
Penelitian

Merujuk pada uraian kajian teori
dan kerangka berpikir yang telah dikemukakan diatas, maka hipotesis dari
penelitian ini adalah model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dapat
meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas XI SMK Negeri 2 Palembang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB
III

METODOLOGI
PENELITIAN

 

3.1  Lokasi dan Waktu Penelitian
Tindakan

Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 2 Palembang.
Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2018-Juni 2018 selama 6 bulan pada
semester 2 (genap) tahun 2018

 

3.2  Subjek Penelitian

Sebagai subjek penelitian dalam penelitian ini
adalah siswa kelas XI SMK Negeri 2 yang berjumlah 32 orang

 

3.3  Desain
Penelitian

Perencanaan

 

Refleksi                                  Siklus 1                                   Tindakan

 

                                                            Observasi

Siklus
2

 

Gambar 3.1 Model
Desain Penelitian Tindakan Kelas

 

3.4  Prosedur Penelitian

Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah
penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti
dengan guru mata pelajaran kimia kelas XI di SMK Negeri 2 Palembang. Rencana
penelitian ini dilakukan dalam satu kali siklus yang terdiri dari 4 tahap yaitu,
perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

 

3.4.1       
Tahap
Perencanaan

Pada tahap perencanaan peneliti mengorientasi
menganalisis dan merumuskan masalah-masalah pembelajaran yang ada pada kelas.  

3.4.2       
Tahap
Tindakan

Pada
tahap tindakan (pelaksanaan), peneliti melaksanakan tes awal untuk mengukur
kemampuan siswa mengenai pemahaman awal pada materi kesetimbangan kimia,
setelah itu kelas akan diberi model pembelajaran PBL kemudian akan diukur
kemampuan akhir pada pemahaman materi dengan melakukan postest

3.4.3       
Tahap
Observasi

Pada
tahap ini, peneliti mengumpulkan data-data penelitian dan melakukan diskusi
dengan guru pamong mengenai kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang
telah dilakukan

3.4.4       
Tahap
Refleksi

Pada tahap refleksi,
peneliti membuat analisis antara lain :

1.      Menganalisis
data yang telah diperoleh

2.      Menganalisis
temuan saat melakukan tahap observasi yang telah dilakukan

3.      Menganalisis
kelemahan dan kelebihan dari proses pembelajaran yang berlangsung dan
mempertimbangkan langkah selanjutnya

 

 

3.5  Instrumen dan Indikator
Keberhasilan

Instrumen
yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini, diantaranya :

1.     
Tes

Tes dilakukan pada
tahap awal (pretest) dan pada tahap akhir untuk mengukur kemampuan pemahaman
siswa pada materi yang diajarkan

2.     
Lembar
Observasi

Lembar observasi yang
digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi untuk melihat aktivitas
siswa dan guru ketika proses pembelajaran dengan model PBL sedang berlangsung
di kelas

 

2.5.1       
Indikator
Keberhasilan

Indikator
keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah apabila 85 % siswa yang
diberi model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) pada materi
kesetimbangan kimia telah mencapai nilai KKM yang ditentukan sekolah yakni 75

3.6  Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes.
Tes pada penelitian ini digunakan untuk mengukur hasil belajar kimia siswa
setelah mendapatkan pembelajaran dengan model PBL. Tes dilakukan secara
tertulis dan dilakukan pada akhir siklus. Berdasarkan hasil tes akhir siklus
diperoleh data kuantitatif siswa pada ranah kognitif

3.6.1 Tabel Spesifikasi Data

No

Jenis Data

Teknik Pengumpulan Data

Instrumen

Analisis Data

1

Hasil Belajar

Pretest
Postest

Lembar Tes

Pedoman Penilaian

2

Penerapan Model PBL

Observasi
Dokumentasi

Alat Rekam
Lembar Angket

Pedoman penilaian angket

 

3.7  Teknik Analisis Data

Analisis data tes untuk penelitian tindakan kelas
ini akan dilakukan sejak awal penelitian sampai berakhirnya kegiatan proses
pembelajaran menggunakan model pembelajaran PBL. Data yang didapat berupa hasil
belajar siswa pada ranah kognitif, lembar observasi dan wawancara.

1.     
Tes
hasil belajar

Ketika
menganalisis data hasil belajar pada aspek kognitif dilakukan dengan
menggunakan skor N-gain. Normalized Gain (N – Gain )

 

 

Terdapat
tiga kategorisasi perolehan skor gain ternormalisasi :

g-tinggi     : nilai () > 0,7

g-sedang   : nilai 0,7  ()  0,3

g-rendah  : nilai ()

x

Hi!
I'm Dominick!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out
x

Hi!
I'm Dominick!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out